Cari ...

Memuat...
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Rabu, 23 Desember 2009

Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Tahun 1952

  Nomor Tahun Tentang
UU Drt No. 1 1952 Pemindahan Dan Pemakaian Tanah-Tanah Dan Barang-Barang Tetap Yang Lainnya Yang Mempunyai Titel Menurut Hukum Eropa
UU Drt No. 2 1952 Kenaikan Tarip Pengenaan Pajak Perseroan Untuk Tahun Dinas 1952
UU Drt No. 3 1952 Pengadaan Bea Keluar Tambahan Sementara Atas Beberapa Barang
UU Drt No. 4 1952 Tambahan Pokok Bea Atas Bea-Bea Masuk Selama Tahun 1952
UU Drt No. 5 1952 Memberi Ketentuan Kedudukan Hukum Kepada Bank Industri Negara
UU Drt No. 6 1952 Pungutan Tambahan Pokok Pajak Mengenai Pajak Kekayaan Untuk Tahun 1952
UU Drt No. 7 1952 Menambah Dan Mengubah Undang-Undang Pelabuhan-Berat-Barang (Goederengeld Ordonnantie) Beserta Peraturan Uang-Berat-Barang (Algemeen Goederengeld Reglement)
UU Drt No. 8 1952 Menambah Dan Mengubah Undang-Undang Pelabuhan- Berat- Barang (Goederengeld Ordonnantie) Beserta Peraturan Uang- Berat- Barang (Algemeen Goederengeld Reglement)
UU Drt No. 9 1952 Penyelesaian Hutang Negara Di Zaman Pergolakan
UU Drt No. 10 1952 Perubahan Mengenai Mulai Berlakunya Undang-Undang Darurat Tentang Penetapan Berlakunya Undang-Undang Darurat Nomor 11 Tahun 1950 Untuk Para Anggota Tentara Angkatan Laut Dan Angkatan Udara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 1951)
UU Drt No. 11 1952 Pengubahan Dan Penambahan Dari "Ordonnantie Op De Vennootschapbelasting 1952", Yang Memberikan Pula Aturan Kelengkapan Lebih Lanjut Mengenai Pungutan Ini
UU Drt No. 12 1952 Senjata Tajam Dan Bahan Peledak
UU Drt No. 13 1952 Larangan Untuk Mempergunakan Dan Memasukkan Dalam Peredaran Uang Perak Yang Dikeluarkan Berdasarkan "Indischemuntwet 1912"
UU Drt No. 14 1952 Perubahan Dan Penambahan Peraturan Pemungutan Pajak Peralihan, Pajak Upah Dan Pajak Kekayaan
UU Drt No. 15 1952 Ancaman Hukuman Terhadap Pembelian, Penerimaan, Penyerahan, Penguasaan, Kepunyaan Persediaan Atau Dalam Penyimpanan, Pengangkutan, Atau Pembawaan Kawat Tembaga Dengan Tidak Mempunyai Surat Izin